Kenali bekal penting sukses Anda





Bekal Penting Sukses

All personal breakthroughs begin with a change in beliefs.

Semua pencapaian manusia dimulai dengan adanya perubahan dalam keyakinan mereka. Perubahan dalam apa yang selama ini mereka percayai tetapi yang ternyata tidak membawa hasil yang baik.
A nthony Robbins


Semua orang bisa merasakan kesuksesan, kekayaan dan kebahagiaan yang mereka cari bila mereka memiliki satu bekal penting ini. Bekal penting sukses yang telah disertakan Tuhan ketika manusia dikirim ke alam manusia ini. Bekal penting sukses yang tidak perlu dibeli dan sudah dimiliki semua orang sejak lahir.

Namun sayangnya, banyak hal dalam kehidupan ini yang kemudian merusak bekal murni dari Tuhan ini sehingga hanya beberapa tahun dari umur kebanyakan manusia di dunia, mereka sudah kehilangan bekal penting sukses tersebut sama sekali. Paling tidak kebanyakan manusia-lah.

Ada sebagian manusia yang masih bisa mempertahankan bekal penting untuk sukses dan kaya mereka ini, dan akibatnya mereka masih bisa menjalani kehidupan mereka dengan lebih mudah dan menyenangkan.

"Apa sih bekal penting sukses yang Anda bicarakan ini?" Mungkin begitu tanya Anda.

Baik, silahkan tulis ini dalam buku catatan Anda, ya.

Keyakinan Anda = bekal penting hidup Anda


Bekal penting untuk sukses dan kaya ini adalah sesuatu yang kita sebut "beliefs" atau keyakinan atau kepercayaan kita akan sesuatu.

Manusia terlahir dengan sudah dibekali "beliefs" atau keyakinan yang antara lain:

  • mempercayai bahwa Tuhan menyayangi mereka.
  • mempercayai Tuhan sebagai sumber dari segalanya, dan karenanya mereka hanya tinggal meminta kepada-Nya bila menginginkan sesuatu.
  • mempercayai bahwa mereka dikirim ke dunia dengan tujuan menjadi makhluk yang terbaik, menunaikan tugas sempurna untuk "menjaga" alam raya ini.
  • dan karenanya mempercayai bahwa mereka memiliki kemampuan melakukan yang terbaik untuk menjadi "khalifah" atau "pemimpin" dunia ini.
  • mempercayai bahwa mereka mempunyai potensi yang luar biasa yang disertakan oleh Tuhan untuk mencapai apapun yang menjadi cita-cita mereka.
  • mempercayai bahwa kehidupan ini adalah sebuah berkah yang indah, bukan sebuah cobaan penuh penderitaan.
  • mempercayai bahwa tidak ada yang tidak mungkin.

Saya akan sebut semua keyakinan positif di atas dan yang lain yang senada dengannya sebagai mentalitas sukses atau positive programming. Artinya, Anda dari awal sudah diprogram Sang Pencipta untuk sukses.

Dan semua manusia terlahir di dunia dibekali dengan program positif ini agar mereka bisa sukses dalam hidupnya. Sama seperti WindowsXP atau Vista sebagai operating system komputer yang Anda pilih sudah pasti dibekali dengan program Microsoft Office agar Anda bisa gunakan untuk mengerjakan tugas kantor sehari-hari.



Belajar sukses dari anak-anak


Bagaimana kita tahu bahwa "beliefs" positif semacam ini adalah "bekal" yang sudah dibawa semua orang dari lahir?

Mudah sekali, lihat saja anak-anak, anak-anak kita sendiri, anak orang lain, dari suku apapun, dari negara manapun, pokoknya anak-anak.

Anak-anak bisa dikatakan adalah bentuk paling dekat manusia dengan pencipta-Nya, ketika secara naluriah mereka masih "ingat" apa yang telah dipesankan Sang Pencipta kepada mereka sebelum lahir ke dunia.

Lihat saja betapa makhluk-makhluk kecil yang masih murni ini menunjukkan adanya hampir semua keyakinan positif atau "positive beliefs" di atas, dalam setiap tindak-tanduk mereka, ucapan mereka, yang semua diakibatkan oleh pikiran mereka yang masih "murni".

anak-anak selalu bahagia & bersyukur

Tanya seorang anak tentang cita-cita mereka, maka jawabannya bisa jadi akan "setinggi langit", yang mungkin tidak sesuai dengan kenyataan bila dilihat oleh kacamata dewasa.

Anak-anak menerima diri mereka apa adanya tanpa pernah merisaukan penampilan mereka.

Beri seorang anak komik Batman atau Superman, maka mereka akan berpikir bahwa mereka bisa terbang.

Tanya seorang anak, apa yang harus mereka lakukan bila menginginkan sesuatu, maka jawabannya kebanyakan pasti minta kepada orangtua mereka.

(Orangtua adalah bagaikan perwakilan Tuhan di dunia untuk anak-anak mereka).

uang tidak penting untuk anak-anak

Tanya seorang anak apakah mereka pernah sekalipun tiba-tiba terhenyak sadar, cemas dan khawatir karena takut tidak tahu besok harus makan apa.

Tanya seorang anak apakah mereka pernah panik dan takut karena tidak memiliki uang.

Coba kalau Anda sedang ada masalah, tanya anak-anak apa jalan keluar untuk masalah tersebut, dan Anda pasti akan dibuat termenung takjub akan jawaban yang mereka sodorkan. Jawaban atau solusi yang mungkin sederhana, tetapi sebenarnya cerdas dan sering terlewat oleh kita orang dewasa yang suka meng-complicate (memperumit) masalah.

Coba lihat berapa orang anak yang masih bisa tertawa gembira, riang tergelak-gelak, padahal baru berapa menit sebelumnya mereka berebut mainan dengan teman sampai menangis.

(Padahal, betapa sering kita dengar orang tua yang bermusuhan karena anak mereka saling berkelahi. Permusuhan antar keluarga yang bisa berlangsung sangat lama, padahal anak-anak mereka sudah kembali berbaikan hanya beberapa saat setelah pertengkaran.)

Anak-anak tidak mengenal konsep takut, benci, menyakiti, iri hati, dan sebagainya sampai orangtua (lingkungan) mereka mengenalkan pada mereka adanya konsep-konsep yang bisa membatasi ini.

Ya, manusia dari awalnya sebenarnya diprogram untuk menikmati hidup ini.

Mereka diprogram dengan program positif untuk sukses. Karena itu di awal masa hidupnya, ketika semua program tersebut masih baru, masih gres, manusia muda ini bisa memandang dunia dengan cara yang sangat berbeda dari kebanyakan orang dewasa.

Di mata anak-anak, dunia adalah tempat yang sangat "exciting, dengan jutaan kemungkinan yang bisa mereka raih".

Anak-anak sepenuh hati meyakini semua hal positif ini sehingga hidup mereka mudah.

Mereka sangat mempercayai orang dewasa di sekitar mereka dan yakin orang-orang tua ini akan menyediakan semua yang terbaik untuk mereka. (Walau sebagai manusia, sebenarnya para dewasa ini tidak mungkin bisa melakukannya terus).

Jadi kenapa kita tidak mengadopsi "attitude" yang sama dengan anak-anak tentang Tuhan?

Kenapa kadang keyakinan kita akan penjagaan, kasih dan keputusan yang terbaik dari Tuhan goyah hanya karena sebuah masalah?

Kenapa sering kita menyangka tidak ada jalan keluar, padahal "orangtua" kita adalah Sang Pencipta sendiri?

Adults are always asking kids what they want to be when they grow up because they are looking for ideas.

Seringkali kita (orang dewasa) bertanya pada anak-anak tentang ingin jadi apa mereka kalau sudah besar nanti, karena sebenarnya di dalam lubuk hati kita, kita sedang mencari inspirasi dari mereka. Dari rasa yakin dan optimisme mereka serta dari keragaman imajinasi mereka.

P aula Poundstone


(Oh ya, yang saya bicarakan ini adalah anak-anak sampai usia tertentu saja, ya, anak-anak yang sampai batas tertentu masih murni belum banyak terpengaruh ajaran apapun dari orangtua dan lingkungannya.

Sayangnya, banyak sekali orangtua yang tidak membiarkan anak-anak mereka bertumbuh secara wajar sesuai dengan fitrahnya (kodratnya) sendiri, tetapi malah mencekoki mereka dengan berbagai ajaran yang justru mengikis bekal hidup penting yang telah disertakan Tuhan ini.

Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang kejadian diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar (yang baik dan positif) ...   (Qur'an: Ar Rum 8)

Allahlah yang menciptakan kamu dan kemudian memberimu rezki ...   (Qur'an: Ar Rum 40)

DIA-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi ...   (Qur'an: Fatir 39)



Polusi keyakinan


Sayangnya, sebagaimana alam yang semula murni makin lama makin tercemar dengan banyaknya polutan, maka seiring bertambahnya umur manusia, seiring makin bertambahnya interaksi mereka dengan manusia lain yang belum tentu positif, seiring makin banyaknya pengalaman hidup mereka yang juga tidak selalu positif, lama-kelamaan semua keyakinan positif ini juga akan ikut terpolusi.

Dan Anda tahu siapa polutan terbesar anak-anak ini? Siapa yang bertanggung-jawab akan terkikisnya bekal penting untuk kehidupan yang kaya dan sukses semua manusia ini?

Jawabnya mudah sekali, yaitu mereka yang memiliki interaksi paling banyak dengan anak-anak ini pada masa pertumbuhan mereka.

Untuk sebagian besar anak pihak ini adalah orangtua mereka sendiri, baik orangtua kandung, ortu tiri, ortu angkat atau adopsi.

Untuk sebagian kecil anak yang ditakdirkan telah kehilangan orang tua mereka, pihak ini adalah siapapun yang menjadi wali yang bertanggung jawab merawat dan membesarkan mereka. Bisa jadi para kerabat atau sebuah institusi.

Bagi sebagian kecil lagi anak, yang kebetulan digariskan untuk mengarungi hidup seorang diri sedari dini, pihak ini adalah siapapun yang berada di lingkungan mereka, yang mempunyai interaksi cukup intens dengan si anak.

Ya, pihak-pihak terdekat dan paling berpengaruh untuk anak pada masa pertumbuhannya inilah yang justru menjadi "tersangka" utama penyebab hilangnya "bekal penting untuk kaya dan sukses seorang manusia".

Lebih lanjut, saya akan bahas bagaimana orangtua merusak pemrograman positif anak mereka sendiri, menghapus bekal penting sukses mereka di "Mentalitas miskin tanggung jawab orang tua".

Yang jelas, dunia boleh berputar. Dan kita harus terus bertumbuh dan berkembang. Tetapi jangan pernah lupakan satu bekal penting keyakinan akan semua yang positif, semua yang mungkin, semua yang indah, semua yang patut disyukuri ini.

Bekal penting sukses inilah yang akan membantu Anda menghadapi segala macam tantangan hidup dengan keceriaan, optimisme dan imajinasi akan jalan keluar ala anak-anak. Hidup benar akan terasa dan terlihat indah.

Masih ingat kata-kata mutiara tentang pentingnya imajinasi berikut:

fokuslah pada mimpimu, bukan kenyataan pahit hidupmu

The reality gives birth to the dream -- but the dream is where you are wanting to put your attention.

Dalam kehidupan, seringkali kenyataan hidup yang pahitlah yang membuat orang punya impian yang indah.

Tetapi sesudahnya, kita harus memfokuskan pikiran, perhatian dan energi kita pada impian indah tersebut, bukan pada kenyataan hidup yang keras, agar impian itu segera menjadi kenyataan.

~  A braham-Hicks  ~


Karena itu, dalam membesarkan ketiga anak saya, saya menghindari mengucapkan kata-kata berikut dengan segala macam bentuk dan variasinya, kata-kata yang bisa mengikis bekal penting dan mentalitas sukses mereka:



Return to top


©SuksesTotal.com: 2009. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.


Copyright Notice:

Hak cipta semua materi/tulisan dalam website ini adalah
milik: Sri Astuti , Copyright © 2009-2019,
(atau penulis lain yang tertera dalam byline, bila ada),
dan karenanya tidak boleh dikutip, disadur, diperbanyak,
dimuat di tempat lain, atau sejenisnya, dengan segala cara
tanpa ijin dari penulis.
All rights reserved.

Hot Articles

Hot News

  • Unique Visitors dari Agustus 09:

Misi Sukses

  • Bila Anda menemukan manfaat di website ini, pertimbangkan untuk memberi donasi. Tidak ada jumlah yang terlalu kecil untuk sebuah pemberian.

    Untuk transfer bank dalam negeri, klik di sini.

    Atau gunakan tombol PAYPAL yang praktis, cepat & aman ini.

    Terima kasih atas semua dukungan Anda.


Bergabung

  • Dapatkan, GRATIS, 7 BAB PERTAMA buku Manual Lengkap Sukses Total, FREE !!!:
    Email

    Name

    Then


    Your e-mail address is totally secure.
    I use it only to send you "SUCCESS Ezine".