Kalau Bisa Bayar, Kenapa Harus Gratis?

by Dedy Cuervo - 14/04/10, 00:44 EDT
(Yogyakarta, Indonesia)

Apa yang ada dibenak Anda jika membaca kalimat tersebut? Kalau bisa bayar kenapa harus gratis?

Siapa sih dari kita yang tidak menyukai sesuatu yang gratis? Kalau boleh jujur, ya hampir semua orang menyukai sesuatu yang gratis, bukan?

Sebelumnya ada pertanyaan yang ingin saya utarakan (mohon direspon ya, hehe).

Jika seandainya kita mendapatkan sesuatu yang gratis, tanpa kita mengetahui sebab kenapa kita menerimanya, apakah akan kita tolak ataukah akan kita terima??

Jawaban yang akan muncul pastilah akan beragam, kan?

Nah itu menandakan bahwa sesuatu yang gratis bisa memiliki makna yang beragam, ibarat dua sisi mata uang. Tidak selamanya sesuatu yang gratis itu baik, tapi tidak semuanya sesuatu yang gratis itu buruk.

Di sini diperlukan kejernihan berpikir untuk menafsirkan hal tersebut. Namun kalau boleh saya berpendapat, secara hakiki saya memiliki anggapan bahwa dalam dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang kita dapat secara gratis (maaf kalau terkesan agak sedikit subjektif ya).

Apapun itu yang telah, sedang, atau akan kita terima adalah hasil dari membayar.

Kenapa saya berani berasumsi seperti itu? Mari kita berpaling sejenak ke salah satu prinsip sukses yang diajarkan dalam suksestotal.com.

Mungkin Anda masih ingat dengan satu rumusan MEMBERI = MENERIMA.

Rumusan tersebut merupakan rumusan universal, yang mana dalam setiap agama dan kepercayaan, saya yakin pasti diajarkan, walau mungkin dengan bahasa dan cara yang tidak sama.

Kita menyadari atau tidak, apapun yang kita Terima adalah hasil dari kita Memberi.

Dan berkaitan dengan gratisan tadi, yang namanya gratis kan memang tidak perlu membayar atau ditukar dengan apapun. Tapi jika ditelaah lebih jauh, ada sebab yang mengakibatkan kita mendapatkan sesuatu yang gratis itu.

Percaya atau tidak, apapun yang kita terima adalah karena hasil kita memberi, adalah hasil kita membayar, adalah hasil kita berbuat. Dan jika kita tidak pernah membayar, maka kita tidak akan pernah dimungkinkan untuk menerima apapun, termasuk yang gratisan tadi.

So jika kesimpulannya adalah "apa pun yang kita terima adalah karena hasil kita memberi", maka judul yang lebih mungkin adalah bukan "Kalau bisa bayar kenapa harus gratis", tetapi "Kalau mau gratis, ya harus bayar."

Comments for Kalau Bisa Bayar, Kenapa Harus Gratis?

Average Rating starstarstarstarstar

Click here to add your own comments

Apr 14, 2010
Rating
starstarstarstarstar
Insightful
by: Sri Astuti

Salam kenal Mas Dedi Cuervo.

Terima kasih atas tulisan dan wawasannya yang insightful. Menarik sekali yang Anda simpulkan sebagai apapun yang terjadi ternyata toh adalah hasil dari "memberi" kita, jadi kalau mau mendapat gratisan, ya harus mau "membayar" lebih dahulu.

Dan saya terutama suka kalimat terakhir tulisan Anda yang catchy, yang meringkas sebuah "hukum kehidupan" yang meski terlihat sebagai sebuah paradoks, tetapi sesungguhnya sangat tepat dan akurat, bahwa "Kalau mau gratis, ya harus bayar.".

Saya yakin, satu prinsip sukses sederhana ini akan mudah dingat oleh pembaca lainnya.

Click here to add your own comments

Return to Mukjizat Zakat Gratis.

Return to top


Hot Articles

Misi Sukses

  • Bila Anda menemukan manfaat di website ini, pertimbangkan untuk memberi donasi. Tidak ada jumlah yang terlalu kecil untuk sebuah pemberian.

    Untuk transfer bank dalam negeri, klik di sini.

    Atau gunakan tombol PAYPAL yang praktis, cepat & aman ini.

    Terima kasih atas semua dukungan Anda.