Kalau bisa bayar kenapa harus gratis?

by Gunarsah, 18/04/10 - 10:59 EDT
(Jakarta)

Sebenarnya kalau boleh membuat judul bebas seputar bayar dan gratis, saya ingin membuat judul "Antara Gratis dan Bayar"... :)

Rasanya aneh jika mendengar ada orang yang tidak suka sesuatu yang gratisan, bahkan orang yang banyak duit saja masih suka dengan yang gratisan. Artinya segala sesuatu yang gratis itu bukanlah hal yang diharamkan termasuk bagi orang yang sedang belajar tentang kekayaan dan keberlimpahan. Hanya saja yang ingin saya tekankan di sini adalah, "Tidak perlu sengaja mencari yang gratisan".

Ketika kita memang harus mendapatkan yang gratisan, maka kita akan mendapatkannya dengan satu dan berbagai cara tanpa kita harus sengaja memintanya secara gratis. Dan pada saat itu kita harus berada dalam "State of receiving" atau kondisi siap menerima untuk mengalirkan energi dari hukum "Giving is receiving". Tapi ketika kita sengaja mencari yang gratisan, maka itu berarti kita masih belum lepas dari sindrom "mental kekurangan".

Kalau dipikir, bahkan yang diberi label gratis pun tidak benar-benar gratis, karena harus ada biaya atau usaha yang dibutuhkan untuk mendapatkannya. Kita ambil contoh sederhana saja website SuksesTotal.com. Ilmu yang ditulis di web Sukses Total memang dibagikan secara gratis, tapi kita tetap membayar biaya untuk akses internet entah itu harus ke warnet dulu atau pakai internet di rumah yang ada biaya bulanannya. Dan meskipun diakses melalui internet di kantor, kita tetap mengeluarkan ongkos untuk pergi ke kantor. Bahkan jika kantornya ada di sebelah rumah, tetap saja butuh usaha, minimal untuk berjalan kaki ke kantor dan usaha curi-curi waktu untuk browsing selagi bekerja karena tidak sempat browsing di waktu istirahat :).

Harga memiliki efek psikologis. Ada cerita menarik dari seorang sahabat yang berprofesi sebagai terapis. Ketika dia pertama kali membuka jasanya secara gratis, orang malah skeptis dan hasil terapi tidak begitu terasa bagi klien. Ketika dia akhirnya buka harga walaupun murah, orang mulai berdatangan, tapi jumlahnya masih sedikit. Tapi herannya ketika dia menaikkan harga hingga nyaris 1 juta rupiah, malah banyak klien yang berdatangan padanya, dan puas dengan hasilnya.

Efek psikologis dari adanya harga yang harus dibayar adalah... munculnya harapan di pihak pembayar untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai sebagai kompensasi dari harga yang dia bayar tersebut. Sedangkan pihak pemberi jasa seharusnya akan tergerak untuk memberikan yang terbaik, minimal harus ada nilai tambah dari apa yang dia tawarkan untuk membedakannya dari yang gratisan.

Selain itu, kesediaan untuk membayar adalah gambaran positifnya "Self image" seseorang, karena dia merasa layak dan mampu untuk membayar, tentu saja dalam hal ini dia telah berhasil menerapkan prinsip "memberi". Dan pada dasarnya yang terjadi adalah proses saling memberi. Pembayar memberikan apresiasi dalam bentuk uang, sedangkan pemberi jasa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk pembayar.

Membayar adalah salah satu cara untuk belajar mengapresiasi. Meskipun terkadang nilai uang yang dibayarkan sebenarnya tidak sebanding dengan upaya yang dilakukan si pemberi jasa untuk mendapatkan/menghasilkan sesuatu yang dia tawarkan, kita ambil contoh misalnya "Ilmu".

Meskipun ilmu adalah pemberian Tuhan yang tak bisa dinilai dengan uang, namun apresiasi harus diberikan atas proses perjuangan yang dialami pemberi jasa untuk bisa mendapatkan ilmu tersebut, terutama karena kita tidak perlu merasakan jatuh bangun seperti yang dialami pihak pemberi jasa untuk mendapatkan ilmu tersebut.

Tentu saja kita bisa memilih untuk mencari sendiri ilmunya, tapi ada kemungkinan kita malah akan membayar lebih mahal dengan "Trial and error" yang harus kita alami dan lebih lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ilmu tersebut. Jadi, jika memang bisa bayar jalan tol yang disediakan untuk memperlancar dan mempercepat perjalanan, kenapa kita harus lewat jalan alternatif yang gratis tapi penuh lubang dan berliku yang bahkan belum ketahuan ujungnya?

So, jika kita memang mampu dan memiliki uang untuk membayar sesuatu yang kita inginkan, kenapa harus menunggu dan mengharapkan yang gratisan? :)

Click here to post comments

Return to Mukjizat Zakat Gratis.

Return to top


Hot Articles

Misi Sukses

  • Bila Anda menemukan manfaat di website ini, pertimbangkan untuk memberi donasi. Tidak ada jumlah yang terlalu kecil untuk sebuah pemberian.

    Untuk transfer bank dalam negeri, klik di sini.

    Atau gunakan tombol PAYPAL yang praktis, cepat & aman ini.

    Terima kasih atas semua dukungan Anda.