Empat kata yang mematikan kesuksesan Anda


Strategi Sukses

To EARN More, You Have to
LEARN More.


Untuk bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar, Anda harus bisa menawarkan skill (ketrampilan) yang lebih besar pula. Dan ini hanya mungkin bila Anda terus belajar lebih banyak lagi.

A truism stated in www.thewealthyattitude.blogspot.com



Dari semua kosakata yang Anda gunakan sehari-hari, ada 4 kata yang bisa mematikan kesuksesan Anda, bagaikan racun yang akan merusak seluruh saraf kesuksesan hidup Anda.

Bila kesuksesan hidup yang Anda cari, dan Anda merasa masih belum meraihnya saat ini, maka waspagailah kebiasaan Anda sehari-hari, juga kata-kata yang biasa Anda lontarkan. Karena semua itu, adalah wujud nyata dari apa yang Anda pikirkan, baik secara sadar ataupun tidak Anda sadari.

Begitu juga beberapa kata yang menjadi fokus pembahasan kita pada halaman ini, kata-kata yang bila kita gunakan apalagi dalam frekuensi yang sering, baik secara sadar atau tidak, bisa dipastikan akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan hidup Anda selanjutnya. Termasuk tujuan sukses hidup yang Anda cari tadi.

Bahkan, bila Anda gunakan ke 4 kata pembunuh sukses ini, kesuksesan bisa menjauh dan Anda pun terjebak dalam "kemacetan" hidup yang sama dengan yang selama ini telah Anda derita, mungkin sampai bertahun-tahun ke depan, sampai Anda berhenti menggunakan kata-kata yang mematikan kesuksesan ini dalam hidup Anda. Karena, sulit sekali orang bisa sukses bila dia memiliki kebiasaan menggunakan ke 4 kata "berbahaya" musuh sukses ini.

Jadi apakah ke 4 kata yang merupakan musuh terbesar kesuksesan ini? (Can we have a drum roll, please ... )

"Aku sudah tahu itu."


Kenapa ke 4 kata ini berbahaya?


Kenapa ke 4 kata "Aku sudah tahu itu" atau segala macam variannya tersebut sangat berbahaya dan mematikan untuk kesuksesan Anda?

Itu karena, begitu Anda mulai berpikir bahwa Anda sudah tahu sesuatu, apalagi kemudian menekankannya lagi dengan kata-kata yang Anda ucapkan, "Aku sudah tahu itu", maka saat itu juga pikiran Anda tertutup, bahkan terhadap sesuatu yang sebenarnya Anda belum tahu. Tertutup begitu saja, rapat-rapat.

Tidak ada lagi motivasi untuk menggali lebih dalam atau mencari tahu lebih banyak lagi.

Dan sebagai akibatnya, menjadi tidak mungkin lagi bagi Anda untuk mempelajari hal baru, karena proses belajar terhenti sudah.

Padahal sebenarnya bahkan hal yang mungkin menurut Anda tidak lagi baru juga memiliki unsur-unsur yang belum sepenuhnya kita tahu. Tidak mungkin kita mengetahui segala sesuatu dengan tuntas dan final. Selalu ada kemungkinan baru.

Tetapi begitu ke empat kata mematikan tadi terucap, pikiran kita akan merasa tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal dan kemungkinan baru tersebut, yang sebagai akibatnya, proses belajar dan bertumbuh yang memungkinkan kita untuk menciptakan temuan baru, terobosan baru, serta memiliki wawasan makin luas pun terhenti.

Dan dengan terhentinya hal-hal yang merupakan komponen wajib pencapai kesuksesan hidup ini, ibaratnya terhenti pula kehidupan kita.

Ke 4 kata tersebut adalah penyebab apa yang dalam ilmu fisika disebut entropy, (sementara dalam biologi konsep serupa disebut atrophy) dari hidup dan kesuksesan kita.

Entropy dan atrophy


Apa itu entropy dan atrophy, serta bagaimana dua hal ini bisa membunuh kesuksesan kita?

Penjelasan sederhana dalam bahasa awam untuk entropy adalah perubahan bentuk segala sesuatu ke arah yang lebih rendah kualitasnya bila sesuatu tersebut dibiarkan dalam kondisi statis.

Entropy berasal dari kata Yunani, en-tropia, en-tropein, yang arti harfiahnya adalah "to transform atau transformation" atau berubah alias mengalami perubahan bentuk.

(Mirip robot Transformer yang bisa berubah bentuk, yang lagi digandrungi anak saya..., tetapi beda karena bila kita terkena entropy, perubahan yang terjadi tidak membuat kita lebih kuat tetapi sebaliknya, malah rusak.)

Berikut saya kutipkan penjelasan apa itu entropy secara sederhana, sekali lagi dalam bahasa awam, dari www.wisegeek.com.

Entropy describes the tendency for systems to go from a state of higher organization to a state of lowest organization on a molecular level, when they are left to themselves.


Pengertian harfiah kata entropy dan penjelasan sederhana ini saja bisa memberi kita sedikit penjelasan kenapa dalam kehidupan sehari-hari, segala jenis barang yang kita biarkan begitu saja, sepertinya berubah bentuk tanpa alasan.

Coba saja, letakkan suatu barang, katakan sebuah buku di satu tempat. Biarkan saja dia. Jangan disentuh, jangan digunakan, jangan diapa-apakan.

Setelah jangka waktu tertentu, katakan beberapa bulan, Anda akan lihat bahwa terjadi perubahan pada buku tersebut. Buku itu akan rusak dengan sendirinya. Paling tidak kondisinya tidak sebagus sebelumnya, padahal buku itu tidak kita gunakan.

Begitu juga kondisi fisik sekitar rumah Anda. Coba jangan lakukan apa-apa terhadap apapun di rumah Anda, katakan selama beberapa minggu. Dan lihat segala "perubahan" yang terjadi tanpa campur tangan Anda.

Ya, menurut prinsip entropy ini, segala sesuatu hanya akan bisa mempertahankan susunan kondisi "bagusnya" di skala molekul bila ada energi yang ditambahkan ke dalamnya.

Bila tidak ada perputaran energi, bila segala sesuatu dibiarkan dalam kondisi statis, maka susunan molekulnya akan "tercerai berai" dengan sendirinya seiring waktu. Dengan kata lain, kondisinya akan rusak.

In more technical terms, entropy is a specific value that measures how much energy is released in a system when it settles into the lowest potential energy. Entropy assesses the amount of disorder, understood as a change in heat, from an earlier point to a later point in time. This must happen in a "closed" system, where no energy leaks in or out.



Entropy dan atrophy dalam hidup kita


Tubuh manusia pun mengalami kondisi mundur ke arah yang lebih rendah kualitasnya bila tidak digunakan, seperti dijelaskan dalam ilmu biologi melalui apa yang kita kenal sebagai atrophy.

Atrophy adalah berkurangnya kemampuan/fungsi organ manusia yang terutama disebabkan oleh berkurangnya penggunaan organ tersebut.

Ya, jangan terbalik pembaca, semua organ tubuh kita seperti kaki, tangan, bahkan otak, justru harus banyak digunakan agar dia terus berfungsi dengan baik.

Coba biarkan satu organ tubuh menganggur barang berapa bulan saja, dan lihat apa akibatnya.

Contoh mudahnya adalah mereka yang biasa berolah raga rutin lalu suatu ketika berhenti begitu saja dan tidak melakukannya lagi dalam jangka waktu lama.

Ketika dia kembali berolah raga, maka kondisinya tidak lagi se-fit sebelumnya.

Sekitar 6 - 7 bulan lalu saya masih sanggup bersepeda 25 km per hari, 3 hari dalam seminggu, berenang 30 laps (25m x 30 kali) tanpa henti, dan jogging 10 km tiap pagi.

Tetapi setelah saya mulai menggarap website ini dan berhenti sama sekali dari berolahraga (salah saya sendiri :(...), saat ini untuk berlari naik tangga ke lantai 3 kantor saya saja, saya sudah terengah-engah, dan lutut serasa mau copot.

Ya, entropy dan atrophy terjadi pada semua hal.

Mungkin Anda pernah belajar bahasa asing yang kemudian tidak banyak Anda gunakan lagi. Maka yang terjadi adalah bahasa itu, betapa bagusnya pun dulu Anda kuasai, pasti akan menghilang, pelan tapi pasti.


Use it or lose it.

(Apapun yang Anda miliki,
bila tidak Anda gunakan,
maka akan hilang dengan sendirinya, apapun itu)
.


Sementara bila bahasa tersebut, atau skill apapun yang Anda punya Anda latih setiap hari, Anda gunakan dengan rutin, maka ia akan makin bagus, lancar dan berkembang.

Dan dua fenomena entropy dan atrophy ini, yang menyebabkan segala sesuatu yang tidak digunakan menjadi kehilangan fungsi dan bahkan rusak, juga bisa terjadi pada kehidupan kita pada skala yang lebih besar lagi.

Salah satunya entropy dan antrophy-nya pikiran dan energi kita.

Coba pikirkan, kapan terakhir kali Anda melakukan sesuatu yang baru dan menantang untuk melatih kemampuan pikiran Anda? Bagaimana Anda memastikan bahwa pikiran Anda tidak atau belum mengalami entropy atau atrophy?

Tidak hanya organ tubuh dan pikiran Anda, bila segala sesuatu yang Anda punyai, misalnya harta, ilmu, suatu ketrampilan, dan sebagainya, juga Anda diamkan, tidak Anda pergunakan, tidak ada perputaran energi, maka semua potensi pemberian Tuhan tersebut juga akan sia-sia, dan pada akhirnya hanya akan terbuang karena "rusak".

(Baca lagi rahasia sukses langkah demi langkah, yang menuntut terjadinya perputaran harta dan semua jenis energi Anda lainnya untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar lagi.)

Dan inilah alasan kenapa mengucapkan kata-kata "Aku sudah tahu itu" atau segala macam variasinya seperti "Oh, aku sudah pernah coba itu" misalnya, menjadi sangat berbahaya untuk perkembangan kesuksesan Anda.

Begitu kata-kata ini terucap, otomatis pikiran Anda akan merasa tidak perlu lagi ada yang harus Anda lakukan.

Tidak perlu lagi Anda menganalisa, menelaah, memikirkan, atau sekedar mempertimbangkan siapa tahu ada kebaikan atau kegunaannya baru. Perputaran energi tidak diperlukan lagi. Anda terhenti pada keadaan statis. Terjebak pada equilibrium sebuah comfort zone.

Begitu "Aku sudah tahu itu" terucap, terhentilah proses belajar dan bertumbuh Anda, yang akibatnya tertutup pula kemungkinan kesuksesan yang lebih besar lagi.

Tidak lama setelah kata-kata itu terucap, karena sekarang kondisi kita ada dalam posisi statis, maka proses entropy pun mulai berlangsung dan semakin lama semakin parah.

Bagaikan rumah kosong yang makin lama makin parah kerusakannya bila dibiarkan begitu saja.

Bagaikan seorang atlet yang kemampuannya makin merosot semakin lama dia tidak berlatih.

Proses belajar dan bertumbuh terhenti. Proses yang memungkinkan terjadinya pencapaian yang lebih besar lagi, atau penemuan yang lebih spektakuler lagi terhenti.

Sebaliknya proses menuju kemunduran hidup dan akhirnya kerusakan dimulai.

Dan ini semua terjadi hanya karena ke 4 kata "Aku sudah tahu itu."

"I already know that" keeps you stuck where you are currently at in life, holds you back and may even cause your failure."

Kevin Wilke - Nitro Marketing



Sukses mati karena ego


Parahnya, semua ini terjadi karena ego kita yang bicara.

Mereka yang mengatakan "Aku sudah tahu itu" seringkali mengatakan itu karena dilandasi ketidakinginan untuk tampak bodoh.

Dan keinginan untuk merasa sudah pintar dan sudah tahu semuanya ini membuat mereka menutup rapat pintu pembelajaran dan pertumbuhan baru.

Padahal, sebenarnya kita selalu bisa belajar dari semua orang dan setiap keadaan.

Egoisme kedua yang membuat orang berpikir dengan mindset "aku sudah tahu" ini berasal dari harga diri yang salah tempat.

Banyak orang merasa sudah berhasil mencapai sukses dan karenanya menganggap dunia ini beserta isinya sebagai sebuah arena persaingan dengan sesama.

Siapa yang terbaik, itulah yang berhasil mencapai kesuksesan, begitu menurut logika mereka.

Orang-orang seperti ini, tidak akan "sanggup" bila harus belajar dari orang yang mereka anggap kurang sukses, orang yang mereka anggap lebih kecil karena berada di bawah mereka pada tangga pencapaian.

"Apa? Aku minta saran pada anak buahku? Apa kata dunia?" begitu kata mereka.

Padahal, tidak pembaca, dunia tidak akan berkata apa-apa. Ia tidak akan menghakimi Anda hanya karena Anda tidak tahu sesuatu dan berani bertanya.

Sebaliknya dunia akan bangga. Segala pencapaian dan penemuan di dunia ini dimulai dari sebuah pertanyaan, yang tercetus dari keingintahuan, yang dilandasi oleh ketidaktahuan.

Bila sudah tahu


Tetapi bagaimana kalau kita memang benar-benar sudah tahu akan suatu hal?

Apa mengatakan "Saya sudah tahu" juga masih berbahaya untuk kesuksesan mereka yang memang sudah tahu?

Pertanyaan bagus.

Saya akan gunakan contoh nyata untuk menjawabnya.

Anda tahu, perubahan total hidup saya dimulai ketika saya membaca untuk pertama kali sebuah buku berjudul I'm Rich beyond my Wildest Dream. I am. I am. I am. karya Tom Pauley.

(Silahkan baca sendiri buku luar biasa ini bila ingin hidup Anda juga berubah. Klik di sini.)

Dari awal buku, saya temukan banyak hal yang sudah saya tahu seumur hidup saya. Misalnya, bahwa Tuhanlah sumber segalanya. Bahwa kita hanya boleh meminta kepada Tuhan. Bahwa untuk kaya, kita harus mau memberi, dsb.

Hal-hal yang seumur hidup saya sebagai Muslim telah dicekokkan ke kepala saya oleh semua orang di sekitar saya.

Jadi, bisa saja saat itu saya berhenti membaca buku tersebut. Toh, "Saya sudah tahu itu" semua. Lalu menyesal karena telah membelinya, atau bahkan meminta refund akan produk yang saya pandang tidak berguna tersebut.

Tetapi tidak, pada saat itu, entah bagaimana saya dibimbing untuk lupa kepada ke 4 kata mematikan yang biasanya sering saya gunakan tersebut.

Sebaliknya, saya bertanya-tanya:


  • "Kenapa orang Amerika ini mengajarkan sesuatu yang sama dengan yang diajarkan agama saya ya?"
  • "Bagaimana dia bisa memanfaatkan hal-hal tersebut untuk menjadi sukses?"
  • "Dan bagaimana saya juga bisa memanfaatkan hal yang sebenarnya sudah saya tahu ini untuk kesuksesan hidup saya?"
  • "Adakah hal yang sebenarnya saya tidak tahu tentang hal yang saya kira sudah tahu dari dulu tersebut?"
  • "Kalau jutaan Muslim sudah lama tahu apa yang diajarkan si Tom Pauley ini, kenapa Tom bisa sukses sementara mereka tidak?"
  • "Apa yang Tom Pauley tahu yang saya tidak tahu?"

Dan sebagainya.

Ya, pertanyaan-pertanyaan kecil yang akhirnya membentuk perubahan besar dalam hidup saya karena saya tidak terburu-buru melabel sesuatu dengan "Aku sudah tahu itu."

Ternyata kemudian, saya memang belajar banyak sekali hal baru dari buku yang semula saya pikir isinya sudah saya tahu tersebut. Banyak sekali. Saya menemukan cara baru dan inspiratif untuk menerapkan informasi lama saya menjadi alat ampuh yang merubah hidup saya 180 derajat.

(Sebagai catatan, sampai saat ini saya sudah membaca buku I am Rich Beyond My Wildest Dream tersebut paling tidak 20 kali, dan setiap kali saya mengulang membaca, bab demi babnya, saya masih juga menemukan pelajaran-pelajaran baru yang tidak tertangkap oleh saya pada saat membaca sebelumnya.)

Ternyata memang, bahkan di balik hal yang kita pikir kita telah tahu pun, tersimpan harta karun, rahasia, atau informasi yang jauh lebih besar lagi.

Seperti puncak "gunung es", yang terlihat di atas segala sesuatu itu hanya 20%-nya saja paling banyak. Lebih banyak lagi yang masih tersimpan rapat menjadi suatu misteri. Misteri yang hanya akan terkuak bila kita membuang jauh-jauh kata-kata "Aku sudah tahu itu" dari kamus kita, mulai sekarang juga.

sukses: terinspirasi keagungan Tuhan

Semua orang sukses di dunia ini tidak memiliki attitude atau sikap dan cara berpikir "aku sudah tahu ini". Mereka tiada henti belajar hal baru serta menggali perspektif baru bahkan dari hal yang sudah lama mereka ketahui.

Sebaliknya, berapa banyak orang yang gagal dalam hidup mereka meski mereka semua mengaku dengan penuh semangat bahwa mereka sudah tahu segalanya:

  • Oh ya, aku sudah nonton "the Secret".
  • Sudah, aku sudah baca buku itu. Sudah ribuan kali malah.
  • Oh ya, aku sudah tahu apa itu "the law of Attraction".
  • Ya iya lah, aku sudah tahu apa itu kunci sukses.
  • Ya pastilah, jangankan aku, siapa juga yang tidak tahu tentang bagaimana sedekah bisa membuka kekayaan.
  • Ya, iyalah, aku sudah tahu itu, aku sudah tahu ini. Aku sudah tahu semuanya ......


Apa penawarnya?


Oh ya, bahkan ketika Anda membaca artikel ini, bisa jadi Anda juga sedang memikirkan atau bahkan mengucapkan kata-kata yang sama dengan ini, "Yah, ini sih aku sudah tahu dari dulu. Aku sudah lama dengar tentang ini ... dsb."

Sekarang pertanyaan saya, "Benarkah?", "Benarkah Anda sudah tahu semua ini?".

Bagaimana Anda memastikan bahwa benar Anda sudah tahu, dan bukan hanya ego Anda yang bicara?

Singkat kata, Anda sudah tahu racun sukses Anda, sekarang yang lebih penting adalah mengetahui bagaimana menawarkan racun berbahaya ini.

Di halaman berikutnya, saya akan bahas tentang penawar racun sukses ini.

Saya akan bahas bagaimana menyikapi ego kita yang selalu membisikkan kata-kata "Oh kalau cuma itu sih kamu sudah tahu" untuk menyabotase Anda dari kesuksesan yang lebih besar lagi.

Silahkan baca di sini, supaya setiap kali kata-kata "Aku sudah tahu itu" berkelebat di benak Anda, Anda tahu harus bagaimana untuk menghentikannya.

Salam Sukses Selalu,
astuti's signature

send this page to a friend


New! Komentar

   orang telah memberi komentar. Sekarang giliran Anda.

Atau Lanjut ke Pelajaran Berikutnya:


Return to top



Return to top


©SuksesTotal.com: 2009. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.


Copyright Notice:

Hak cipta semua materi/tulisan dalam website ini adalah
milik: Sri Astuti , Copyright © 2009-2019,
(atau penulis lain yang tertera dalam byline, bila ada),
dan karenanya tidak boleh dikutip, disadur, diperbanyak,
dimuat di tempat lain, atau sejenisnya, dengan segala cara
tanpa ijin dari penulis.
All rights reserved.

Misi Sukses

  • Bila Anda menemukan manfaat di website ini, pertimbangkan untuk memberi donasi. Tidak ada jumlah yang terlalu kecil untuk sebuah pemberian.

    Untuk transfer bank dalam negeri, klik di sini.

    Atau gunakan tombol PAYPAL yang praktis, cepat & aman ini.

    Terima kasih atas semua dukungan Anda.

Hot Articles

Hot News

  • Unique Visitors dari Agustus 09:

Bergabung

  • Dapatkan, GRATIS, 7 BAB PERTAMA buku Manual Lengkap Sukses Total, FREE !!!:
    Email

    Name

    Then


    Your e-mail address is totally secure.
    I use it only to send you "SUCCESS Ezine".