Poverty is not an absence of money and
things -- it is a mindset.
Prosperity is not an abundance of
money and things -- it's also a mindset.
~ R
andy Gage ~
Melanjutkan pelajaran tentang asal-usul mentalitas miskin penyabot kesuksesan manusia, berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah atau mengobati mentalitas miskin.
Untuk mencegahnya, mungkin sudah tidak bisa, karena sudah terjadi.
Cuma kita bisa mencegah terbentuknya mentalitas miskin pada generasi berikutnya.
Ya, kita bisa mencegah terkikisnya bekal sukses yang sama yang dimiliki anak-anak kita sekarang dengan tidak melakukan kesalahan yang
sama dengan yang dilakukan para orang tua kita dahulu.
Peringatan untuk Orangtua /
semua Orang DewasaSuper hati-hatilah akan apa yang Anda tanamkan di kepala polos anak-anak Anda atau anak siapapun di sekitar Anda.
Waspadai apapun yang akan Anda programkan ke dalam pikiran mereka. Karena efeknya bisa menetap seumur hidup mereka.
Anak-anak Anda berhak menikmati kehidupan ini sepenuh-penuhnya sesuai potensi mereka.
Siapkan mereka untuk menjadi yang terbaik yang mungkin mereka capai dengan pemrograman pikiran yang tepat, dengan Success Mentality.
Sementara bagi Anda yang telah terlanjur dewasa, yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengenali tanda-tanda adanya mentalitas miskin dalam diri Anda.
Setelah mengetahui bahwa ada kemungkinan masa pertumbuhan Anda dulu telah memprogram pikiran Anda untuk selalu menyabot sendiri segala bentuk sukses Anda, walau tanpa Anda sadari, maka Anda harus melakukan sesuatu.
Mengetahui akar masalah dan tanda bahayanya adalah langkah pertama untuk mengambil tindakan mengubah mentalitas miskin Anda.
Ibaratnya PC (personal computer) Anda, bila satu jenis program/software yang kita pakai sudah tidak berguna lagi dan bahkan mengakibatkan banyak masalah dengan fungsi dan daya kerja komputer Anda itu, maka Anda harus meng-uninstall program tersebut, menghapusnya secara permanen, LALU , ini yang lebih penting, MENGGANTINYA dengan program baru yang lebih bagus, berguna dan efektif menunjang performance komputer Anda itu.
Dengan pikiran Anda yang telah diprogram negatif tadi, Anda harus menghapus program tadi dan menggantinya dengan program baru.
Dan mengetahui bahwa program Anda sudah tidak compatible lagi dengan tuntutan hidup sukses ini merupakan langkah pertama dari proses un-installing tersebut.
Anda tahu pikiran Anda penuh dengan virus mentalitas miskin, sekarang saatnya membersihkannya.
Berikut beberapa cara yang saya tahu bisa mengobati mentalitas miskin yang Anda miliki.
Paling tidak cara-cara ini lumayan cepat menghilangkan symptom-nya.
Sementara bila Anda bisa bertahan dalam mengobati mentalitas miskin ini secara konsisten, maka pelan tapi pasti mentalitas miskin Anda akan tergeser oleh satu bentuk mentalitas baru, mentalitas yang lebih menunjang kesuksesan Anda.
Jadi berikut beberapa langkah yang bisa Anda tempuh untuk mengobati mentalitas miskin Anda:
Karena, hal-hal inilah yang biasanya menjadi sumber program negatif yang "running" di otak kita.
Perbanyak membaca kisah inspirasional mereka yang sudah sukses.
Atau membaca kata-kata mutiara inspirasi.
Atau membaca buku-buku tentang pengembangan diri dan motivasi sukses.
Di mana anggota kelompok ini saling mendukung kesuksesan anggota lainnya, saling berbagi pengalaman, saling berbagi inspirasi, saling membantu dan terus maju bersama. Saling menunjukkan jalan dan mengingatkan. Belajar bersama, berjuang bersama.
Kelompok seperti ini kita butuhkan karena sebagaimana sebuah perjalanan akan terasa ringan dan menyenangkan bila kita memiliki teman seperjalanan yang "klop", yang pas dan asyik, yang sama pula tujuannya, maka begitu juga perjalanan hidup dan kesuksesan kita ini. Akan terasa indah, bila kita punya teman berbagi yang seiring sejalan.
Kenali tanda bahaya mentalitas miskin pada diri orang-orang lain di sekitar Anda, lalu tekatkan untuk tidak mengijinkan mereka mempengaruhi Anda.
Bila kebetulan teman dekat dan akrab Anda bermental miskin, maka bisa jadi Anda akan dituntut untuk membuat keputusan berat meninggalkannya.
Paling tidak pada tahap awal. Karena bila Anda bermental miskin, Anda harus mengobatinya lebih dahulu sebelum bisa mengobati mentalitas miskin sahabat dekat Anda tersebut.
Maka jalan paling aman adalah dengan meninggalkan semua yang bermental miskin lebih dahulu dan mencari mereka yang sudah bermental kaya/ sukses untuk menginspirasi kita.
Mungkin, tidak hanya satu orang. tetapi, yang jelas, Anda harus mau belajar dari orang lain yang lebih sukses dari Anda.
Anda harus mau sering-sering berkomunikasi dan bertanya pada orang-orang yang positif dan bermental sukses.
Tahu isi lagu "Obat Hati"? Bahwa kalau kita ingin menjadi orang yang sholeh, maka "berkumpullah dengan orang-orang sholeh"?
Ini sama dengan mentalitas Anda. Untuk mengobati mentalitas miskin Anda dan menggantinya dengan mentalitas sukses, maka "berkumpullah dengan orang-orang sukses".
Saya pernah menjadi wartawan. Dan saya tahu betapa bernilainya sebuah kejadian "negatif" untuk mendongkrak omzet sebuah surat kabar, atau media lainnya.
Ya, media menjadikan "berita buruk" sebagai alat untuk mendapatkan penghasilannya. Jadi wajar kalau Anda akan lebih banyak mendengar hal-hal yang buruk, suram, negatif tentang kehidupan dari yang namanya media. Media apapun. TV, koran, radio, bahkan situs berita internet.
Padahal, dalam kehidupan yang sebenarnya, ada jauh-jauh lebih banyak hal yang baik, positif, menggembirakan dan menunjukkan kasih sayang Tuhan yang terjadi setiap saatnya.
Jadi, satu cara ampuh untuk menyingkirkan dan memgobati mentalitas miskin dari diri kita selamanya, adalah dengan menghindari media, untuk jangka waktu tertentu. Puasa nonton TV atau baca koran, terutama bagian berita buruknya, barang sementara. Sampai mentalitas miskin Anda sembuh.
Afirmasi positif seperti:
Dari beberapa penelitian psikologis, kita tahu bahwa untuk membentuk sebuah kebiasaan baru, seorang manusia (yang normal) memerlukan paling tidak 21 hari melakukan kebiasaan baru tersebut dengan terus menerus tanpa henti sampai ia terpatri dalam bawah sadarnya menjadi sebuah pola pembiasaan baru yang selanjutnya akan dipakai, by default atau secara otomatis.
Akan lebih efektif lagi bila siklus dua puluh satu hari tadi diulang 2 kali, menjadi total 42 hari. Berturut-turut, tanpa henti.
Pemrograman ulang pikiran kita kurang lebih juga memerlukan waktu yang sama.
Jadi bagaimana kalau kita coba cara sederhana ini untuk mengobati mentalitas miskin kita?
Dalam 21 - 30 hari ke depan kita coba terapkan satu kebiasaan dan pola pikir baru tentang uang.
Satu saja dulu, misalnya menghilangkan Tanda Bahaya Mentalitas Miskin no.1 di atas tentang pikiran yang selalu terfokus hanya pada uang, uang, dan uang.
Dalam kurun waktu 3 minggu sampai satu bulan ke depan, coba jangan mengatakan kata "uang" sama sekali.
Anda ubah kata itu dengan kata yang lain. Apapun itu, bisa gaji, bisa rejeki, bisa harta bisa apa saja asal jangan kata "uang".
Sekali saja Anda keceplosan kata "uang", maka Anda harus mengulang lagi dari awal.
Ini akan membantu memaksa Anda untuk aware akan kata-kata yang keluar dari mulut Anda yang bersumber dari pikiran Anda tentang uang, uang dan uang ....
Eh salah, ya .... Tidak boleh ada kata "uang" sampai 3 minggu ke depan, okay .... :D.
Selamat mencoba memprogram ulang pikiran penuh virus mentalitas miskin ini.
Semoga dengan mengobati mentalitas miskin Anda, mentalitas kaya akan segera menjadi milik Anda dan mengantarkan Anda ke kekayaan
yang sesungguhnya.
Salam Sukses Selalu,
Halaman-halaman lain:
©SuksesTotal.com: 2009. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.
|
Bookmark Situs ini
|
RAHASIA LUAR BIASA MUKJIZAT ZAKAT & SEDEKAH,
untuk Kehidupan Sukses Total Anda!!
Dapatkan edisi revisi ebook ini.
Dahsyat!! - Nikmati ilmu suksesnya.
EBOOK BARU!!KUMPULAN TANYA-JAWAB,
tentang ZAKAT & SEDEKAH
- Dapatkan eBOOK BARU kami ini. -
Menguak Rahasia Zakat & Sedekah hingga ke akarnya.

EBOOK BARU persembahan kamiKUMPULAN TANYA-JAWAB,
tentang ZAKAT & SEDEKAH
Untuk transfer dalam negeri, klik di sini.
Atau gunakan tombol PAYPAL yang praktis, cepat & aman ini.
Terima kasih atas semua dukungan Anda.
New! Komentar