Kenapa walau bisa gratis sebaiknya Anda bayar?
Serta pemenang ebook Mukjizat Zakat Gratis.



Salam Sukses Pembaca,

Mungkin Anda bertanya, setelah hampir setahun menyajikan pelajaran sukses dengan gratis melalui www.suksestotal.com, kenapa sekarang saya meminta Anda membayar? Ya, saya mulai mengeluarkan materi-materi yang harus Anda beli bila Anda menginginkannya, bukan lagi gratis seperti sebelumnya?

Kenapa? Mungkin ada di antara Anda yang mempertanyakan ini, meski kalau dilihat dari email yang masuk ke inbox saya, hanya satu orang yang dengan percaya diri mempertanyakan ini. Ya, hanya ada satu email dari belasan email yang saya terima setiap minggunya, yang mempertanyakan keputusan saya "bertransaksi ekonomi" dengan situs saya, www.suksestotal.com. Tetapi, email ini dengan sangat akurat, saya yakin, menggambarkan pola pikir banyak anak bangsa ini. Pola pikir yang harus kita transformasi, bila bangsa ini ingin bangkit dari belitan kemiskinannya.

Ingat, kemiskinan atau kekayaan itu, hanyalah sebentuk perwujudan dari mindset Anda.

Berikut cuplikan emailnya:

...jika mbak Sri percaya bahwa dengan memberi dan mengikhlaskan maka pintu rejeki dari Tuhan akan semakin lancar, dan Mbak Sri ingin mengangkat derajat bangsa kita yang terpuruk, mengapa Mbak Sri tidak memberikan atau meng-gratiskan saja semua informasi dalam website ini (seperti ebook baik yang sudah dibuat maupun yang masih dalam pengerjaan)...

Terus terang di mata saya komersialisasi untuk suatu idealisme yang diperjuangkan adalah kurang etis.

(Bila) ... biaya operasional ... diperlukan ... mungkin akan lebih baik dan lebih etis kalau hanya menggunakan sistem donasi saja, sebagaimana yang selama ini juga telah dilakukan oleh banyak lembaga non profit yang mengusung misi atau idealisme tertentu ....

Apakah Anda juga memiliki sedikit saja pikiran yang sama dengan penulis email tersebut? Apakah menurut Anda saya tidak berhak meminta bayaran dari Anda semua pembaca saya? Apakah Anda juga berpikir bahwa tidak etis bila saya bertransaksi jual beli dengan Anda?

Kalau Anda bisa mendapatkan apapun dengan gratis, kenapa harus bayar, betul?

Tetapi, pembaca, karena di dunia ini selalu ada dua kutub (Law of Polarity), pendapat "Kalau bisa gratis kenapa harus Bayar?" tersebut adalah sama benarnya dengan lawannya, "Kalau bisa bayar kenapa harus Gratis?".

Gratis dan bayar, sama-sama memiliki tempatnya. Tangan di atas sama baiknya dengan tangan di bawah, selama seimbang frekuensinya.

Kadang Anda harus memberi, kadang Anda harus juga meminta. Kadang, Anda harus meminta, kadang juga Anda harus mau menerima.

Ini semua adalah Hukum Kehidupan. Ini adalah hal yang harus Anda tanamkan dalam benak Anda, bila kehidupan yang sukses yang Anda inginkan. Anda tidak bisa 'keukeuh' dengan satu sisi saja sementara dalam sekeping uang logam selalu ada dua sisi.

Anda senang menerima gratisan, ini manusiawi sekali, maka, Anda juga harus merasa senang ketika Anda harus membayar. Anda senang menerima sesuatu dengan cuma-cuma, maka Anda harus juga senang untuk suatu saat menjadi sumber sesuatu yang cuma-cuma tersebut.

Hukum Reciprocity menuntutkan hal ini. Imbal balik, bergantian. Tidak pernah boleh ada yang selalu menjadi satu pihak tertentu saja, tanpa mau mengambil peran sebaliknya.

Karena kondisi senang menerima sesuatu yang gratis ini berlaku sama untuk semua manusia. Semua senang mendapatkan gratisan. Tetapi kalau semua orang mengharapkan gratisan terus menerus, maka siapakah yang akan ganti menjadi pemberi yang gratisan tersebut?

Mentalitas Sukses

Dan ini adalah mentalitas baru yang harus ditanamkan ke seluruh penduduk negeri ini, agar terjadi pemberdayaan, menuju kesuksesan hidup.

Bukan mentalitas apakah harus memberi atau meminta saja, tetapi lebih pada mentalitas KESEIMBANGAN. Anda harus seimbang. Ada saatnya Anda harus memberi orang, ada saatnya Anda harus meminta orang untuk ganti memberi Anda.

Kalau memang masih (merasa) tidak mampu, silahkan mengharapkan yang gratisan. Tetapi, apa yang akan terjadi, kalau Anda terus menerus mengharapkan yang gratisan seperti ini? Ya, perasaan tidak mampu Anda ini akan bertahan. Anda tidak akan pernah merasa percaya diri untuk hidup dengan kemampuan Anda sendiri dan mengharapkan pertolongan hanya pada Allah semata. Anda akan selalu mengharap agar orang memberi Anda kebaikan. Anda akan bisa lupa, bahwa akan harus ada waktu ketika Anda diharapkan untuk ganti memberi.

Sementara, mereka yang memberi terus menerus, juga mempunyai resiko untuk terjebak oleh sedikit perasaan negatif dengan pemberiannya. "Aku sudah melakukan banyak sekali hal untuk mereka, sekarang mana balasannya." Atau bisa jadi, akan ada setitik perasaan sombong, merasa lebih penting dan lebih kuat dibandingkan orang lain yang selalu menjadi obyek pemberiannya.

Intinya, segala sesuatu bila tidak dilakukan dengan keseimbangan, maka tidak akan bagus hasilnya, karena ini menyalahi kodrat kehidupan.

Dalam pekerjaan Andapun, Anda harus memberi. Memberi yang terbaik. Memberikan dedikasi dan loyalitas terbaik. Memberikan semangat dan kreatifitas terbaik. Dan sesudahnya, Hukum Kompensasi mendiktekan bahwa Anda pun harus mau meminta, meminta bayaran atau imbalan alias kompensasi yang sesuai dengan yang Anda berikan tadi. Dan, seperti pernah saya bahas sebelumnya, mengetahui nilai Anda sehingga Anda percaya diri untuk menentukan harga jual Anda ini adalah salah satu kunci pembuka kekayaan Anda.

Inilah tujuan adanya semua Hukum Kehidupan, termasuk Hukum Kompensasi, Hukum Berbalas dan Imbal Balik, yaitu untuk menciptakan kesempatan yang adil kepada semua manusia untuk meraih kesuksesan.

Karena sekarang kesempatan semua manusia sama.

Siapapun kita, apapun latar belakang kita, bagaimanapun kondisi kita saat ini, kalau kita bisa menggali "value" atau nilai tinggi dalam diri kita, lalu bisa menjadi manfaat kepada sebanyak mungkin orang, maka, kita berhak dan bahkan wajib untuk mendapatkan kompensasi ekonomi yang sepadan, yang pada gilirannya akan menjadi medium untuk Tuhan mengirimkan kesejahteraan dan kemakmuran hidup kepada kita.

Ini adalah aturan main kehidupan ini, aturan yang ditentukan salah satunya oleh Hukum Kompensasi, yang menyatakan bahwa semua orang yang melakukan pekerjaan yang baik, dalam menyediakan layanan, jasa atau produk tertentu, berhak mendapatkan imbalan atau kompensasi atau bayaran yang baik atas pekerjaannya itu. Dan, karenanya, yang menerima jasa atau produk tersebut, wajib memberikan kompensasi tersebut.

Saya bekerja keras mempersiapkan website saya, meluangkan banyak waktu menulis informasi yang bermutu, menulis ebook saya, membayar biaya admin dari merchant yang saya pakai menjual, membayar hosting yang juga tidak murah, dan saya mendapatkan banyak informasi saya juga dari sumber-sumber yang harus saya beli, maka jelas saya berhak meminta bayaran dari apa yang saya sajikan.

Kalau semua orang menggratiskan jasanya, dunia tidak akan berputar, tidak akan ada transaksi ekonomi apapun. Dan, tidak ada yang salah dengan transaksi ekonomi, selama kedua belah pihak dalam kondisi sadar dan suka rela, serta transaksi berlangsung jujur dan terbuka. Tidak ada paksaan untuk siapapun untuk menggunakan suatu jasa bila dia tidak mau bukan, termasuk, tidak ada paksaan untuk membeli dari saya.

Bayangkan, Anda bekerja keras untuk perusahaan Anda dengan menunjukkan dedikasi yang tinggi, tetapi karena Anda punya idealisme tinggi, Anda tahu misi kantor Anda mulia, maka untuk mendukung misi mulia tersebut Anda bersedia tidak dibayar, apa itu mungkin?

Itu tidak mungkin, karena, sekali lagi, itu adalah pelanggaran hukum kehidupan. Semua orang yang bekerja dengan baik, berhak mendapat kompensasi. Siapapun yang melanggar Hukum tersebut akan menerima akibatnya.

Siapapun yang tidak menghargai pekerjaannya sendiri dengan tidak meminta kompensasi yang layak dan memadai akan menerima akibat bahwa orang lain pun pada akhirnya tidak akan menghargai pekerjaannya tersebut.

Sekarang, coba saja, Anda tawarkan jasa Anda ke satu pihak, lalu bilang terserah mau dihargai berapapun karena ini toh sebuah perjuangan, saya berani pastikan, tawaran yang diberikannya pada Anda adalah yang termurah menurut si penawar. Bahkan kalau bisa, pasti Anda akan diminta untuk memberikannya dengan gratis. Kalau Anda tidak keberatan, itu tidak masalah, tetapi karena Anda melanggar hukum kompensasi, Anda akan menerima akibatnya. Akibatnya adalah jasa Anda tidak akan dihargai dengan selayaknya.

Masalahnya, sesuatu yang gratis sering dipandang tidak cukup penting dibanding apa yang harus kita bayar.

Contoh: di komputer saya, ada ratusan buku/ebook gratis yang saya dapat dari mana-mana, yang sampai sekarang saya sentuhpun tidak, meski sudah bertahun-tahun. Semua barang gratisan tersebut hanya saya download dan saya kumpulkan menunggu saat yang tepat, entah kapan, untuk membacanya. Pertama, karena memang saya tidak sempat, dan, alasan yang lebih kuat lagi, karena kalau tidak saya baca sekalipun saya tidak rugi, toh dapatnya gratis ini.

Saya yakin semua buku itu bagus dan bernilai, tetapi karena banyak yang harus saya lakukan, sementara waktu saya terbatas, dan mereka toh saya dapat dengan gratis, nanti saja saya membacanya, pikir saya. Saya dahulukan sesuatu yang saya harus keluarkan investasi untuk mendapatkannya.

Akibatnya, apa saya bisa mendapat manfaat dari yang gratisan tersebut? Tidak, tidak dengan segera bisa mendapat manfaat, karena tidak ada yang memaksa saya untuk segera memanfaatkannya.

Membayar adalah melakukan sebuah investasi. Bila Anda mengeluarkan biaya investasi, maka Anda akan berusaha dengan baik untuk memanfaatkannya, because, now, you have something to lose. Bila tidak berhasil, atau tidak mendapatkan manfaat, maka Anda akan kehilangan uang yang telah Anda tanamkan.

Sementara bila gratis, mau dapat manfaat atau tidak, you have nothing to lose, toh dapatnya gratis. Sehingga, pada akhirnya, you benar-benar lose karena pikiran ini.

Easy come, easy go, katanya. Bila tidak ada usaha untuk mendapatkannya, maka biasanya tidak terlalu dihargai. Barang yang kita beli sendiri dengan mahal, cenderung kita jaga dengan lebih baik, dibandingkan dengan yang kita dapatkan secara gratisan.

DONASI

Tentang saran pembaca di atas untuk membuka pintu donasi, itu juga saya sudah lakukan dengan hasil yang menarik. Mari saya ceritakan kondisi yang sebenarnya.

Sudah satu tahun website saya berdiri. Dan setiap harinya, menurut perhitungan traffic statistic dengan 4 counter yang berbeda, ratusan orang mengunjunginya. Sejak awal berdiri, saya sudah memasang tombol donasi. Jadi sejak setahun lalu, ada kesempatan bagi ribuan pengunjung ini untuk memberi donasi. Anda pasti juga sudah melihat tombolnya?

Bunyinya begini "Kalau Anda menemukan manfaat dalam website ini, pertimbangkan atau mohon kesediaannya untuk memberi donasi." Jumlahnya bebas, bas ... Pilihan pembayarannya semua ada. Paypal bisa, dengan rekening bank biasa juga bisa.

Ada juga satu halaman khusus yang menjelaskan kenapa donasi pembaca akan membantu kelangsungan hidup situs saya, serta akan saya gunakan untuk apa donasi tersebut.

Tetapi, rupanya, dalam waktu satu tahun tersebut hanya segelintir orang yang "menemukan manfaat" dari situs saya dari total pengunjung yang sekarang jumlahnya sudah puluhan ribu tersebut. Lebih tepatnya, saya baru menerima donasi dari 2 orang pembaca saja.

Hanya dua orang dari puluhan ribu orang yang setiap harinya membanjiri situs saya yang tergerak hatinya untuk menyumbang.

Apa ini berarti situs saya tidak bermanfaat untuk mereka?

Mungkin. Karena, sekali lagi, barang yang gratis toh tidak dipandang berharga, minimal untuk saat ini. Sama seperti ratusan ebook gratis saya yang entah kapan saya akan baca.

Tetapi, menariknya, ketika saya meluncurkan buku saya yang pertama, "Mukjizat Zakat", ini menarik sekali, hanya dalam 2 minggu saja buku tersebut terjual sebanyak 27 kopi. Ya, 27 transaksi hanya dalam dua minggu. Padahal, itu orang harus membayar, harganya saya yang menentukan, dan harganya juga saya pandang tidak murah.

Sementara sumbangan yang saya minta dengan jumlah bebas, hanya 2 orang yang bersedia membayarnya.

Hemmmm, coba, kesimpulan apa yang saya harus ambil, ya?

Mungkin benar bahwa persepsi orang akan kualitas suatu barang/hal sangat dipengaruhi dengan label harga yang tertera pada barang/hal tersebut.

Keseimbangan Total

Bagaimanapun juga, saya mencoba menganut keseimbangan, seperti yang saya ajarkan sendiri. Ini karena selalu ada kelebihan dan kekurangan akan segala sesuatu. Dan karenanya, untuk sukses, kita harus seimbang dalam semua yang kita lakukan. Kita harus mau memberi, tetapi juga tidak ragu meminta. Inilah satu kunci sukses itu. Keseimbangan dalam memberi, meminta dan bersedia menerima.

Keseimbangan yang saya lakukan adalah dengan menyajikan sebagian informasi saya dengan gratis, sementara ada sebagian lagi yang tidak.

Semua yang saya sajikan di www.suksestotal.com adalah materi gratis. Termasuk forum tanya jawabnya. Saya mencoba membantu mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan dan menginginkannya.

Sementara, saya juga ingin mengajarkan kepada seluruh anak bangsa ini bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kaki mereka sendiri, tanpa perlu terus menengadahkan tangan. Tanpa pernah mau memberi, Anda tidak akan pernah bisa merasakan "nikmatnya" menjadi orang yang kaya dan berdaya.

Sekali lagi, kita harus selalu seimbang. Siapapun yang mau sukses, yang paling miskin pun terikat hukum ini, bahwa kalau ia mau sukses, dia harus mau seimbang dalam tindakan, mau memberi, tetapi juga mau meminta. Mau meminta, juga harus siap menerima. Setelah menerima, harus mau berbagi lagi, dan begitu seterusnya, tanpa terputus.

Kita harus mau memberi, tetapi juga harus mau menerima. Kita tidak hanya boleh meminta, tetapi juga harus mau memberi imbal baliknya.

Semua ini sudah saya kupas dalam pelajaran-pelajaran saya. Bahwa, TDA (Tangan di Atas) dan TDB (Tangan di Bawah) itu sama baiknya, mereka adalah partner yang equal/sejajar. Tidak ada yang lebih baik. Kadang kita TDA, kadang TDB. Kedua posisi tersebut (TDA dan TDB) harus seimbang kita lakukan, dengan bergantian, untuk sukses. Bahwa ada Hukum Kompensasi dan Reciprocity dsb. Dsb.

Tetapi, kenapa apa yang saya coba ajarkan ini bisa lewat begitu saja?

Mungkin, sekali lagi, ini adalah efek dari fakta bahwa semua informasi tersebut saya berikan dengan gratis. Akibatnya, informasi tersebut tidak cukup dihargai untuk dicermati. Saya sudah katakan, bahwa Rahasia Sukses sistem SuksesTotal akan bekerja efektif bila ada sinergi dari semua langkahnya. Meminta - menerima - memberi.

Tetapi karena saya teriak-teriaknya di pinggir jalan, info gratisan, jadi, ya, mungkin banyak yang masuk telinga satu langsung mental telinga lainnya. Coba saya seminar di Shangrilla, di mana untuk bisa dapat rahasianya orang harus bayar jutaan, ya, mungkin lain hasilnya, pasti lebih didengarkan.

Hehehehehe ... mudah-mudahan tidak ya, pembaca. Mudah-mudahan Anda tetap menghargai saya meski informasi saya gratis.

Mengenai etis atau tidak, saya pikir, selama saya tidak memaksa orang, kayaknya itu etis, etis saja. Yang tidak mau membeli, ya, tidak masalah. Perjuangan juga memerlukan modal. Bunda Theresa bisa mengabdi bertahun-tahun menolong kaum miskin papa, juga karena ada pendanaan yang kuat dari gerejanya.

Perjuangan dan idealisme saya dengan website saya ini adalah mengajarkan cara hidup dan berpikir kaya, yang selanjutnya akan membentuk manusia-manusia Indonesia yang sukses total dan kaya dalam segala hal, serta memiliki kemampuan ekonomi tinggi.

Dan Anda tahu, kekayaan, kesuksesan atau kemampuan ekonomi dan daya beli tinggi ini bukan disebabkan oleh banyak atau tidaknya uang, lho, tetapi lebih dipengaruhi oleh mentalitas yang dimiliki manusia.

Banyak manusia dengan limpahan uang yang tidak bisa merasakan senangnya memberi seumur hidup mereka karena pelit.

Banyak juga orang yang bahagia selalu dengan hidupnya, tidak peduli berapa banyak uang ia punyai. Dia bahagia dan mampu menebarkan kebahagiaan dengan uangnya yang pas-pasan saja.

Uang bukanlah faktor penentu kaya tidaknya seseorang, tetapi cara berpikir mereka.

Saya bisa berikan buku saya dengan gratis, tetapi pendidikan macam apa yang saya ajarkan pada Anda, pembaca? Apa jaminannya buku saya tadi tidak akan bersarang di komputer semua orang tanpa pernah dibaca? Lalu apa gunanya buku itu untuk Anda, walaupun gratis.

Yang saya lakukan adalah mencoba menanamkan rasa percaya diri pada Anda semua, pembaca, bahwa Anda mampu membeli. Anda bukan kaum miskin. (kecuali yang memilih untuk tetap menjadi miskin, atau yang memilih untuk terus merasa miskin).

Kalaupun Anda tidak mampu membeli, Anda toh juga sudah saya ajari caranya meminta bantuan langsung dari yang Maha Kuasa dengan menulis permintaan, tidak perlu merendahkan diri dan mengkritik semua yang ada di sekitarnya, mencela semua harga yang naik, mahal dan apa-apa harus bayar. Demi Tuhan, kita ini kaya. Kita semua punya sumber daya tidak terbatas, yaitu bantuan dan pertolongan Tuhan. Kita semua terhubung dengan sebuah Sumber Kekayaan Tidak Terbatas di jagad raya ini.

Jadi, mari tanamkan ini di kepala kita. Kita ini sudah kaya. Apapun yang kita inginkan bisa Anda dapatkan. Inilah yang saya sebut sebagai pemberdayaan manusia.

Inilah idealisme saya, untuk mengajarkan dengan segala cara, termasuk dengan aplikasi langsungnya, tentang Hukum-hukum Kehidupan Universal agar manusia Indonesia bisa memanfaatkannya untuk kesuksesan mereka. Ini adalah cara saya menolong Anda semua.

Catatan: kalau semua yang saya katakan berbeda dengan yang biasa Anda percaya, ketahuilah, itu karena saya memang tidak menganut paham konvensional. Paham sukses konvensional telah gagal membantu saya menjadi manusia bermental sukses. Jadi, saya memilih bertransformasi total. Bagaimana dengan Anda?

PEMENANG Ebook MUKJIZAT ZAKAT

Nah, setelah saya mengoceh panjang lebar di atas, entah didengarkan atau tidak, namanya juga gratisan, hehehehehehe .... berikut keputusan saya sebagai juri tunggal dari kontes menulis artikel sukses "Bayar atau Gratis, ya?".

Drum roll, please ..........

Total ada 7 pembaca www.suksestotal.com yang mempunyai mentalitas pemenang, dengan berani menyuarakan apa yang mereka pikirkan, dengan cara yang baik dan intelektual, tanpa mengkhawatirkan apa yang orang lain mungkin katakan. Dan saya sangat menghargai serta bersyukur akan hal ini. Karena, negeri ini butuh lebih banyak orang yang bermental "winner" seperti ini, tetapi bukan "a whiner".

Karena itu, saya memutuskan untuk memberikan ebook "Mukjizat Zakat" kepada ke 7 orang yang telah siap sukses ini.

Jadi SELAMAT untuk pembaca berikut, yang mendapatkan ebook "Mukjizat Zakat":

  1. Dedy Cuervo - Yogyakarta
  2. Franz - Jakarta
  3. I Made Mardiasa - Kec.Negara, Kab.Jembrana, Prop. Bali
  4. Nunung - Majalengka, Jawa Barat, Indonesia
  5. Gunarsah - Jakarta
  6. AFC - Bandung
  7. Pungky - Bekasi

Bila Anda belum mencantumkan alamat email Anda pada waktu mengikuti lomba menulis dahulu, silahkan mengirimkan email ke saya di alamat berikut: astuti@suksestotal.com, agar saya bisa balik mengirimkan ebook tersebut ke alamat email Anda.

Ebook tersebut akan Anda terima secepatnya begitu saya sudah mendapatkan alamat email Anda.

Demikian, rangkaian lomba menulis "Kalau Bisa Gratis Kenapa Harus Bayar?" atau "Kalau Bisa Bayar Kenapa Harus Gratis?" ini saya akhiri.

Selanjutnya, para pemenang ebook "Mukjizat Zakat" ini, beserta semua pemilik ebook tersebut lainnya, juga berkesempatan untuk mengikuti dengan gratis 3 Minggu Pertama

KELAS SUKSES ONLINE, TRANSFORMASI TOTAL: Delapan Minggu menuju Kehidupan Terbaik Anda

Silahkan mendaftar di form pendaftaran ini bila Anda berminat memanfaatkan kesempatan ini.

Sementara semua pembaca saya lainnya, bisa mendapatkan 7 Bab Pelajaran Minggu Pertama Kelas ini dengan GRATIS.

Bila berminat, silahkan mendaftar di form yang sama di atas. Oh ya, pelajaran minggu pertama ini sudah mulai, lho. Jangan sampai ketinggalan.

Akhir kata, salam sukses selalu,
astuti's signature

send this page to a friend


Return to top




Return to top


©SuksesTotal.com: 2009. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.


Copyright Notice:

Hak cipta semua materi/tulisan dalam website ini adalah
milik: Sri Astuti , Copyright © 2009-2019,
(atau penulis lain yang tertera dalam byline, bila ada),
dan karenanya tidak boleh dikutip, disadur, diperbanyak,
dimuat di tempat lain, atau sejenisnya, dengan segala cara
tanpa ijin dari penulis.
All rights reserved.

Site Build It!

copyscape

Hot Articles

Hot News

  • Unique Visitors dari Agustus 09:

Misi Sukses

  • Bila Anda menemukan manfaat di website ini, pertimbangkan untuk memberi donasi. Tidak ada jumlah yang terlalu kecil untuk sebuah pemberian.

    Untuk transfer bank dalam negeri, klik di sini.

    Atau gunakan tombol PAYPAL yang praktis, cepat & aman ini.

    Terima kasih atas semua dukungan Anda.


Bergabung

  • Dapatkan, GRATIS, 7 BAB PERTAMA buku Manual Lengkap Sukses Total, FREE !!!:
    Email

    Name

    Then


    Your e-mail address is totally secure.
    I use it only to send you "SUCCESS Ezine".