Wah, kalau soal ikhlas, memang
agak pelik ya. Soalnya ini masalah hati. Kita tidak pernah bisa menilai apakah seseorang itu ikhlas atau tidak. Jadi biarlah
ini jadi urusan Tuhan saja untuk menilainya.
Sebenarnya, kalau kita cermati ayat-ayatnya, memberi memang tidak harus ikhlas kok. Apakah Allah akan mengembalikan pemberian
kita atau tidak, tidak tergantung sepenuhnya dari isi pikiran kita, tapi sepenuhnya terserah DIA.
Dan selama kita telah meminta bahwa apapun yang terjadi pada kita adalah yang terbaik untuk kita, maka bisa jadi fakta bahwa
pemberian kita tadi tidak langsung dikembalikan-Nya mungkin adalah juga hal yang terbaik untuk kita.
Masalahnya, kalau kita tidak ikhlas, saat-saat menunggu pengembalian tadi akan terasa lama sekali, lama dan mungkin tidak menyenangkan
kalau kita sendiri sedang dalam keadaan kepepet.
Lalu kita akan merasa kesal dan, karenanya, ketika kemudian benar-benar dikembalikan oleh Allah dengan cara yang mungkin lain dari dugaan kita, kita jadi tidak mengenali pengembalian tadi, karena sudah terlanjur kesal menunggu.
Jadi saran saya, sambil "menunggu hasil investasi kita kembali", Mas teruslah meminta, menikmati dan mensyukuri hidup Mas yang sudah berlangsung ini.
Dan penting juga ketika Mas memberi, agar memberi sejumlah yang Mas merasa nyaman saat itu.
Kalau memang itu uang terakhir Mas, dan ada perasaan TIDAK NYAMAN MEMBERIKANNYA, ya jangan dilakukan, berikan saja sejumlah uang yang Mas
merasa nyaman saja. Kita harus belajar mendengarkan isi hati. Belajar membaca intuisi. Ini penting karena sering Tuhan "bicara" sama kita
melalui hati kecil kita tadi.
Jadi, kesimpulannya sistem menikmati hidup sukses yang saya ajarkan di sini memang menyeluruh, memiliki banyak aspek.
Banyak yang belum selesai saya tuliskan, misalnya satu aspek penting yang harus Mas lakukan dalam hidup ini adalah "having fun",
karena hidup kita ini berlangsung sekarang..bukan nanti bila uang di tabungan kita sudah mencapai berapa M begitu...
Have fun, Mas, lakukan sesuatu yang membuat jiwa Mas merasa lepas dan bersyukur telah dikarunia hidup yang indah ini.
Ya, Mas, kita harus sayang pada diri kita sendiri juga. Lakukan sesuatu yang menyenangkan untuk diri sendiri. Jangan khawatir dengan uang.
Jangan khawatir dengan hari esok. Jangan khawatir tentang apapun. Tuhan akan menjaga kita, insya'allah. Percayai ini dengan sepenuh hati.
Justru ketika MAs merasa terhimpit begini, Mas harus melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk menunjukkan bahwa Mas tidak khawatir akan hari
esok, bahwa Mas sepenuhnya yakin akan penjagaan Tuhan.
Demikian jawaban saya. Mudah-mudahan membantu. Jangan segan untuk bertanya lagi dan terus mengunjungi website saya untuk materi baru.
Wasalamu'alaikum.