Seperti saya bilang di atas, pada awal saya baru mulai
belajar sistem ini dulu, saya menulis setiap hari karena banyaknya permintaan saya.
Tiap hari saya tulis permintaan, tidak hanya pada waktu malam, tetapi setiap ada kesempatan dan ada bersitan keinginan di benak saya.
Lalu tiba saatnya ketika saya mencapai titik jenuh dan kemudian sampai berminggu-minggu saya tidak menulis apapun karena sepertinya saya
sudah kehabisan bahan untuk diminta dan saya tinggal menjalani hidup saja "menunggu" semua yang sudah saya minta dikabulkan.
Ternyata dua-duanya bisa dan boleh dilakukan.
Boleh tiap hari, boleh tidak tiap hari.
Kapan saja kita menginginkan sesuatu, itulah saat yang tepat untuk menulis.
Boleh nulis banyak-banyak, boleh juga cuma satu atau dua permintaan.
Mana yang pas saja dengan kondisi kita saat itu...
Saya contohnya adalah orang yang suka kebablasan kalau belanja...he..he..he..maklum perempuan....:-)
Jadi sering saya tulis permintaan saya dalam perjalanan ke tempat belanja (di kendaraan):
- Aku belanja dalam batas-batas wajar......
- Aku membeli barang-barang yang tepat dan bermanfaat.
- Aku memiliki kebijaksanaan dalam membelanjakan uangku.
- Acara belanjaku menyenangkan.
- Dsb.
saat itu juga, selagi di atas kendaraan, atau pas di depan pintu mall-nya.
Tapi sering kali pula saya menulis untuk waktu jauh ke depan.
Misalnya: tentang menemukan sekolah (SMP) yang tepat untuk anak saya yang sekarang masih kecil. dsb..
Poinnya adalah: Anda bisa menulis kapan saja. Untuk apa saja.
Any time is a good time, jadi tidak ada waktu tertentu yang mempengaruhi keefektifannya.
Memang kalau bisa agar pikiran kita jernih dan tahu benar apa yang ingin kita minta, kita sebaiknya mencari waktu di mana kita
bisa menyendiri.
Tapi kalau memang itu tidak mungkin bagaimana?
Tidak, keefektifan sistem ini tidak dipengaruhi apapun faktor-faktor yang mungkin dipikirkan manusia.
Kita meminta langsung kepada Yang Maha Memberi soalnya, jadi keefektifannya ya tergantung dari DIA. Dan karena DIA sudah berjanji,
maka kita bisa yakin pasti diberi, tidak peduli bagaimana cara kita memintanya, atau kapan waktunya....
Tentang jenis permintaan, kalau kita yakin Tuhan pasti "membaca" daftar kita, kenapa kita harus mengulang-ulangnya?
Apa Anda tidak yakin bahwa permintaan Anda akan diberi kalau tidak diulang?
Mudah-mudahan tidak ya..
Karena yang kita bicarakan di sini adalah sebuah parameter apa yang kita minta untuk terjadi dalam hidup kita, yang kita sendiri toh
sebenarnya tidak tahu apakah yang kita minta tadi yang terbaik atau ada alternatif lain.
Jadi kita cukup tulis sekali dan sesudahnya harus kita ikhlaskan.
Pokoknya proposal sudah diajukan, mau dikabulkan atau tidak lain urusan.
Yang kita tulis ini bukan kalimat afirmasi, di mana kita mengulang-ulang suatu pernyataan untuk meyakinkan bawah sadar kita akan
kebenaran pernyataan tersebut.
Misalnya:
- Aku kaya.
- Aku sukses.
- dsb
Kalimat afirmasi memang harus diulang beberapa kali agar efektif, karena biasanya kalimat afirmasi itu tidak sesuai dengan kenyataan
real/fisik kita, sehingga kita harus berusaha untuk meyakinkan bawah sadar kita.
Tetapi kalimat-kalimat yang kita tulis ini adalah sebuah doa yang kita yakini pasti akan dikabulkan-NYA.
Kalau diulang untuk meyakinkan bahwa benar kita sudah menuliskannya dan menuliskannya dengan benar, boleh.
Atau diulang karena setelah jangka waktu tertentu, permintaan itu memang muncul lagi menjadi sebuah keinginan lagi, silahkan.
Tapi kalau diulang karena tidak yakin kalau minta sekali saja akan dikabulkan, itu berbahaya. Ada keraguan di situ, soalnya.
Hidup kita ini luas sekali, jadi tidak perlu menghabiskan waktu meminta yang itu-itu saja. Minta segala hal yang bervariasi...
Bahkan saya sering meminta sesuatu yang agak bertentangan satu sama lain, agar saya terekspos oleh banyak dan beragam pengalaman.
Misalnya:
--- Saya mempunyai kendaraan pribadi.
Tapi saya juga tulis;
-- Saya menikmati naik angkutan umum yang aman dan nyaman...
-- Saya membantu bumi dengan mengurangi pencemaran dari kendaraan pribadi...
-- dsb...
Kesimpulannya: You can ask for anything, anytime, anywhere, and you can trust God.
Wasalamu'alaikum.