header

Klik di sini untuk kembali ke Arsip / Daftar Pertanyaan.

Pertanyaan #7: Bagaimana kalau saya kehabisan permintaan?



Mbak Sri,

Saya ada pertanyaan lagi mbak. Sudah seminggu ini saya kehabisan permohonan, sepertinya semua yang saya inginkan sudah saya tulis di buku doa. Akhirnya saya tidak menulis lagi, sekarang saya hanya menuliskan jurnal syukur, apakah langkah saya sudah betul?

 

Tidak masalah... lakukan apa yang Anda rasa pas dengan situasi Anda saat ini.

Kalau memang sudah kehabisan ide, tidak masalah berhenti menulis beberapa saat...

Jujur, saya juga sejak memulai menggarap website ini, sama sekali tidak punya waktu untuk diri sendiri, dan sudah hampir 3 bulan ini saya tidak menulis permintaan sama sekali (sebenarnya bukan karena kehabisan permintaan, tetapi lebih karena meminta ini jadi kalah prioritas dari aktifitas lain).

Tetapi... ya ada tetapinya...

Ternyata saya kemudian diajarkan oleh Tuhan bahwa bila saya berhenti meminta, maka saya juga akan berhenti menerima... dalam arti berhenti menerima sesuatu yang saya pilih sendiri...

Karena tiga bulan tidak meminta sesuatu yang baru, maka hidup saya pun terasa mulai "mandheg", masalah mulai berdatangan... Ketiga anak beserta pembantu saya sakit semua dalam waktu bersamaan, di kantor konflik yang tidak terduga meletus tanpa peringatan dsb...

Jadi kemarin saya sempatkan lagi 3 jam bersepeda sendiri untuk mencari ilham lalu berhenti di pinggir sawah yang sepi dan duduk di bawah sebatang pohon rindang dan tenang. Saya mulai menulis lagi.

Karena memang benar, bila kita berhenti meminta, maka kita ibaratnya berhenti bergerak, statis. Dan segala sesuatu yang statis tidak akan menimbulkan reaksi. Bola yang diam di lantai tidak akan bisa melambung ke atas kan?

Kita harus melakukan sesuatu untuk terus mendapatkan... Ini merupakan tuntutan salah satu hukum alam (Universal Laws) yang berbentuk "Law of Action" (mudah-mudahan tulisan saya tentang semua Universal Laws bisa segera selesai).

Dalam kasus kita, "action" kita adalah dengan harus terus meminta agar Tuhan "tahu" apa yang harus diberikan pada kita.

Wajar kalau suatu ketika kita kehabisan ide...

Dan boleh juga kita berhenti menulis untuk beberapa saat, tetapi jangan terlalu lama berhenti...

(Ada pepatah bijak yang bernada guyonan dalam bahasa Inggris: "Even if you are on the right track, you have to keep moving or you'll get run over.." maksudnya meski Anda sudah berada di jalan yang tepat bila Anda berhenti bergerak, maka Anda akan terlindas kendaraan lain yang lewat...)

Ini adalah kunci sukses tahap selanjutnya...

Karena kita mendapatkan sesuatu dengan meminta, maka kita harus pastikan bahwa kita terus meminta...

Kalau kita berhenti meminta maka tidak akan ada lagi ruang untuk "growth" atau pertumbuhan...

Karena itu untuk hidup yang sukses, satu kunci penting lain yang harus kita terus lakukan adalah apa yang dalam bahasa Inggrisnya disebut "STRETCH" yourself alias harus terus meregangkan atau memelarkan anggota badan, misalnya tangan, untuk bisa menjangkau sesuatu yang lebih jauh lagi.

(Anda tahu kan Kelompok Superhero "FANTASTIC FOUR" yang salah satu anggotanya adalah "Elongated Man" alias orang yang bisa memulurkan anggota badannya, untuk menjangkau sesuatu yang jauh atau tinggi?)

Dan Anda harus bisa melakukan ini pula bila Anda ingin terus sukses.

Bahasa mudahnya Anda harus terus mencoba sesuatu yang baru, yang berbeda, yang tidak lazim kita lakukan, mengeksplorasi segala sesuatu yang di luar kebiasaan atau "comfort zone" kita. Melebarkan wawasan dan pengalaman..., memulurkan anggota badan kita...

Ini salah satu cara untuk membantu kita memastikan bahwa kita akan terus punya ide baru untuk diminta.

Misalnya, hal apa yang selama ini Anda tidak pernah lakukan. Cobalah, lakukan itu.

Kalau saya, misalnya, dahulu karena biasa miskin dan apa adanya, saya tidak pede pergi ke mal besar atau toko mahal.

Akhirnya permintaan saya ya itu itu saja.

Sampai saya dipaksa oleh guru saya untuk "stretch" alias memulurkan badan dengan mencoba sesuatu yang benar-benar baru.

Saya dipaksa berani main alias window shopping ke mall mahal, lalu disuruh menulis 50 hal yang saya inginkan dari pengalaman saya tersebut. Saya pergi ke toko berlian, ke butik fashion mahal, ke dealer mobil dan ke penyedia perabot rumah tangga yang mewah...

Ternyata saya tidak hanya mendapat 50 hal baru yang bisa ditulis, tetapi jauh lebih banyak lagi. Karena ternyata di dunia ini ada begitu banyak hal indah yang bisa melengkapi hidup kita...

Lalu saya coba beberapa aktivitas baru. Saya belajar berenang padahal sebelumnya saya phobia air. Saya beli sepeda gunung, ikut biking club, ikut yoga... belajar meditasi... belajar blogging... dsb.

Dari situ saya mendapatkan banyak sekali ide untuk diminta. Dari situ hidup saya terus bertumbuh dan berkembang, telus "melar" dan "melebar".

Saya jadi punya koneksi baru dalam kegiatan baru tadi. Pengalaman hidup dan wawasan saya jadi makin kaya dengan hal baru tadi. Pikiran saya jadi terbuka dengan kemungkinan ide bisnis yang bisa saya jalankan dalam hal baru tadi dsb. dsb.

Itu contoh kasus saya. Saya tidak tahu dengan Anda hal baru apa yang masih bisa Anda coba.

Yang jelas, Anda harus terus memperluas wawasan dan menambah pengalaman dengan mencoba sesuatu yang baru...

Tanpa mencoba hal baru, hidup kita akan menthok di jalan itu-itu saja. Siapa tahu pekerjaan yang Anda tekuni sekarang bukanlah jalan hidup yang ditakdirkan untuk Anda dalam memenuhi misi hidup Anda di dunia ini.

Siapa tahu Anda ditakdirkan menjadi sesuatu yang benar-benar lain dari hidup Anda di saat ini...

Anda tidak akan tahu itu bila tidak mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru.

Kesimpulannya: tidak apa-apa berhenti menulis untuk sementara. Tetapi jangan lama-lama. Teruslah mengeksplorasi hidup ini. Lakukan hal baru dan berbeda dari biasa. Maka hidup Anda juga akan terus berkembang dan tumbuh besar karenanya.

Di bagian selanjutnya saya akan menjawab tentang bagaimana agar tidak terus mengharap-harap datangnya permintaan kita?





Salam Sukses Selalu,

Sri Astuti

Venture nothing, and life is less than it should be..

(Jangan coba hal baru, maka hidup Anda pun tidak akan selengkap yang seharusnya).

~ Malcolm Forbes (1919-1990) ~



Tell a Friend





©SuksesTotal.com: 2009. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.


Copyright Notice:

Hak cipta semua materi/tulisan dalam website ini adalah
milik: Sri Astuti , Copyright © 2009-2019,
(atau penulis lain yang tertera dalam byline, bila ada),
dan karenanya tidak boleh dikutip, disadur, diperbanyak,
dimuat di tempat lain, atau sejenisnya, dengan segala cara
tanpa ijin dari penulis.
All rights reserved.



straight & safe path for your life's journey
God sends you the roadsigns & makes safe the path of your wonderful life's journey.


  hot newsArticles:
Puluhan Inspirasi/Kata Mutiara tentang sukses, kekayaan dan kebahagiaan bisa Anda baca di sini. 21.5.09 (2.22 PM). SUPER NEW !
Beberapa pertanyaan menarik dari pembaca terjawab di sini. Anda bisa belajar darinya juga. 17.5.09 (10.00 PM). NEW !
Law of Attraction untuk kesuksesan hidup Anda. 2.5.09 (00.00 Midnight). NEW !
Terpaan masalah setelah memberi, meminta dan bersyukur. Kita harus bagaimana. 3.5.09 (2.56 AM). NEW !

Dapatkan, GRATIS, 7 BAB PERTAMA buku Manual Lengkap Sukses Total, FREE !!!:
Email

Name

Then


Your e-mail address is totally secure.
I use it only to send you "SUCCESS Ezine".



  • Akhirnya saya ketemu juga dengan sebuah sistem sukses yang menempatkan Tuhan pada posisi yang seharusnya, sebagai sumber dari segalanya. Sungguh indah, sebuah sistem sukses yang berlandaskan pada akidah dan iman pada Tuhan. --- Sita, Bandung.

    Sistem ini menempatkan Law of Attraction pada konteksnya lalu menjelaskannya dengan tuntas dan jelas, dengan bahasa yang membumi dan ilustrasi yang sangat gamblang sehingga tidak mungkin orang tidak paham.

    Jadi terbuka mata saya bahwa sebenarnya Law of Attraction itu bersumber dan merupakan bagian dari ajaran agama saya. --- Yusuf, Surabaya.

    Sistem ini memang sangat ampuh. Setelah saya tulis apa yang saya inginkan, yaitu diterima di sebuah universitas bergengsi di US, betul, seminggu kemudian saya mendapat surat penerimaannya.

    Padahal, ketika saya menulis itu, saya sudah dalam kondisi pasrah, karena menurut career counsellor saya, kemungkinan saya diterima di sana hanya 1 banding 300, karena nilai saya yang pas-pasan. --- Connie, Jakarta.



    [?] Langganan Situs ini

    XML RSS
    Add to GoogleAdd to My Yahoo!Add to My MSNAdd to NewsgatorSubscribe with Bloglines


    Bookmark Situs ini