Pertama, tentang kalimat yang saya tebalkan dan garis bawahi. Bahwa "menginginkan sesuatu biasanya didasari oleh rasa kekurangan".
Mudah-mudahan jawaban saya tentang pertanyaan sebelumnya bisa mengklarifikasi hal ini, bahwa justru
Anda harus banyak menginginkan bila ingin hidup Anda maksimal dan sukses total.
Pada pembahasan saya tentang pentingnya mengetahui apa yang Anda
inginkan lalu memintanya semua dari Tuhan, juga sudah saya bahas bahwa terbalik dari pendapat
umum, menginginkan justru adalah kunci sukses, bukan sebaliknya, karena terus menginginkan membuat hidup kita terus berkembang.
Lengkapnya, menginginkan hal baru tetapi dengan juga terus mensyukuri hal yang sudah
kita terima.
Lalu tentang "melupakan".
Sebenarnya yang dimaksud di sini adalah yang dalam bahasa Inggrisnya disebut "DETACHMENT".
DETACHMENT ini maksudnya adalah "kita tidak lagi peduli, tidak lagi 'ngotot' tentang permintaan kita".
Ya, Anda masih menginginkan apa yang Anda inginkan tetapi kalau Anda tidak mendapatkannya karena mungkin belum waktunya atau
diganti dengan yang lain, ANDA TIDAK PEDULI, Anda tetap bisa berbahagia dengan hidup Anda yang sekarang. Anda tetap bisa bersyukur
dan mengatakan bahwa hidup Anda sudah lengkap.
Nah karena konsep "detachment" ini susah dijelaskan dalam Bahasa Indonesia dengan singkat maka orang cenderung menggunakan
istilah "melupakan", meski sebenarnya Anda tidak perlu melupakannya.
Bahkan ada satu alat peminta "Prosperity and Abundance" yang juga dianjurkan untuk bisa membantu mendapatkan apa yang kita inginkan,
yang namanya "vision board", (kelak saya juga akan ajarkan bagaimana cara membuatnya) di mana Anda menempelkan gambar
semua hal yang Anda inginkan dan impikan di selembar karton, lalu dipajang di dinding dan dilihat setiap hari, untuk membantu kita
memvisualisasikan (alias membayangkan) bagaimana rasanya bila sudah memiliki barang tersebut.
Lha, kalau dilihat setiap hari, dibayang-bayangkan bagaimana rasanya, mana bisa kita lupa akan permintaan kita?
Jadi detachment di sini bukan melupakan... Tetapi lebih tepatnya Anda "mengikhlaskan apakah akan segera diberi atau tidak,
apakah diberi dengan sesuai atau diganti, kapan diberinya, dengan cara apa".
Itu semua Anda sama sekali tidak peduli, bukan urusan Anda, Anda serahkan semua pada Tuhan, Anda ikhlas dengan ketetapan-Nya.
Hidup Anda tetap berjalan seperti biasa, tidak kurang rasa syukur dan kebahagiaan Anda akan apa yang sudah Anda miliki saat ini, walau
barang-barang yang kita impikan tadi belum juga diberikan.
Ini yang namanya "detachment", yang memang merupakan strategi sukses berikutnya...
Dan "detaching" ini bisa susah lho...
Apalagi kalau kita menunggu mimpi kita tadi sambil tidak melakukan apa-apa, maka pastilah kita cemas dan terus berharap.
Untuk itulah agar bisa "detached" atau ikhlas dengan ketetapan Tuhan atas permintaan kita, maka sambil menunggu kita harus
terus menyibukkan diri dengan terus bergembira, bersyukur, mencoba hal baru, terus meminta, berbagi dengan orang lain...dsb...
Anda juga bisa "detach" dengan cara terus meminta lebih banyak hal lagi. Dengan ini, kita benar-benar akan akhirnya "lupa" pada satu
permintaan saking banyaknya permintaan yang sudah kita ajukan, ya bukan?
Katakana Anda cuma menulis 20 item, maka akan lebih sulit lupanya dibanding bila Anda meminta 200 item.
Coba tulis yang banyak, lalu sebulan sekali atau bagaimana begitu, kunjungi buku doa Anda dan centang yang sudah dikabulkan-Nya. Insya'allah,
pasti sudah ada kalau tidak banyak, bahkan, yang sudah diberikan-Nya tanpa Anda "merasakannya". Karena kalau banyak yang diminta, sering kita
"tidak ingat" secara detil satu per satu.
Begitu penjelasnnya...
Bagian selanjutnya akan membahas apa boleh kita meminta yang muluk-muluk → .